Ya, Allah, bagaimana bisa ada manusia seindah Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW, yang terlahir yatim, yang terusir, yang ditinggalkan, yang kelaparan, yang tercaci maki, yang terburu, yang sederhana, di akhir hayatnya masih memikirkan kita yang hari ini apakah pantas beliau khawatirkan?
Kita selalu mengeluh dalam berjuang dan khidmah, menghindari penderitaan dan kerap mencari kesenangan. Bahkan, meraup keuntungan di atas kerugian orang lain. Apakah ini berjuang? Seharusnya, perjalanan Baginda Nabi mengajarkan kita bahwa salah satu modal perjuangan adalah berdamai dengan penderitaan.
Semoga Engkau pantaskan kami menjadi ummat Nabi Muhammad, ya, Rabbi. Bantu kami, ya, Allah, menapaki jalan perjuangan ini melalui ilmu layaknya Sayyidina Abdullah bin Abbas. Bantu kami, untuk menjadikan modal keilmuan sebagai cahaya bagi hati kami, orang-orang tercinta kami, bahkan seluruh ummat manusia di dunia ini.
_Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad._
Foto: Maqbaroh Sayyidina Abdullah Bin Abbas.

0 Komentar